Our Blog

Latest news and updates from flathost

Daur Hidup Domain generic Top Level Domain (gTLD)”

Dipublikasikan oleh Neti Isnaini pada 30/12/2016. 16 comments

Seperti halnya Sim card yang biasa kita beli dan juga kita gunakan untuk handphone kita, kita wajib tahu berapa lama masa aktif dari kartu tersebut, serta kapan kita harus mengisi ulang pulsa sehinga sim card tersebut tidak expired.

Bagimana dengan domain anda? Jika anda telah membeli domain maa anda perlu tahu informasi ini secara rinci agar mengerti bagaimana status domain anda kedepannya. Untuk domain itu sendiri masa berlakunya minimal selama 1 tahun. Namun, ada juga yang membeli domain dengan masa aktif lebih dari 1 tahun, misalnya 2 hingga 10 tahun tergantung dari keinginan dan juga kebutuhan pemilik nama domain tersebut.

Bagaimana dengan nama domain anda yang terlanjur expired? Jika  domain anda telah expired, anda tidak bisa langsung mengaktifkan secara langsung nama domain tersebut. Karena nama domain yang sudah expired akan mengalami beberapa fase, nah fase-fase inilah yang harus anda ketahui, sehingga jika anda ingin mengambil kembali nama domain tersebut anda tahu waktu yang tepat untuk meregistrasikannya kembali.

Fase-fase tersebut adalah:

  1. Renewal Grace Period, masa dimana domain yang sudah expired akan masuk kedalam Renewal Grace Period. Jangka waktu dari fase ini kurang lebih selama 40 hari. Pada fase inilah domian anda sedang berada pada masa tenggang. Keuntungannya jika anda terlambat untuk memperpanjang domain dan domain anda masih berada pada masa ini anda masih bisa memperpanjangnya dengan harga normal. Dengan kata lain domain anda masih diparkirkan atau disimpan oleh registrar ke halaman komersial.
  2. Redemption Grace Period, jika pada fase sebelumnya (Renewal Grace Period) anda tidak memperpanjang domain anda tersebut maka secara otomatis domain anda akan masuk ketahapan Redemption Grace Period. Dengan kata lain domain tersebut telah dihapus oleh registrar yang mengakibatkan domain tersebut tidak dapat diakses. Pada fase ini masih ada keuntungan jika anda masih ingin menggunakan domain tersebut, anda bisa memperpanjangnya namun dengan harga yang lebih mahal yaitu 10x lipat dari harga normal. Umumnya fase ini terjadi selama 30 hari.
  3. Pending Delete, siap tidak siap dan terima tidak terima fase ini akan menjadi fase dimana domain anda akan menjadi hak milik semua orang karena sudah tidak bisa di perpanjang lagi. Fase Pending Delete ini terjadi selama 5 hari dan biasanya hari ke 7 nama domain tersebut sudah bisa di registrasikan lagi. Namun kemungkinan terburuknya adalah jika orang lain sudah lebih dulu meregistrasikan nama domain tersebut menjadi miliknya, anda sudah tidak bisa lagi mengambilnya.

Sehingga dengan melewati fase-fase diatas bisa diambil kesimpulan bahwa anda bisa meregistrasikan lagi sebuah nama domain yang sudah expired selama kurang lebih 80 hari. Jika anda membeli domain di Jogja Web Center, maka kami akan memberikan pemberitahuan tentang masa berlaku nama domain anda 60 hari sebelum expired, kemudian 30 hari sebelum expired, 7 hari sebelum expired dan hari dimana nama domain tersebut expired. Sehingga anda tidak akan kehilangan nama domain anda tersebut.

Berikut ini bagan ilustrasinya:

Mari kita coba mengilustrasikannya,

“Pak Raden membeli domain di Jogja Web Center dengan nama domain jogjaberbudaya.co.id pada tanggal 30 Desember 2016 untuk masa berlaku selama 1 tahun dengan harga Rp. 150.000,00. Maka Tim Jogja Web Center akan memberikan pemberitahuan kepada pak Raden tentang masa berlaku nama domain tersebut pada bulan Oktober 2017, kemudian November 2017, tanggal 23 Desember 2017 dan yang terakhir tepat pada tanggal 30 Desember 2017 karena sudah tepat 1 tahun Pak Raden menggunakan domain tersebut. Jika pak Raden memperpanjang pada masa Renewal Grace Period maka Pak Raden hanya dikenai biaya Rp. 150.000 saja sama seperti harga normal. Jika pak Raden ingin memperpanjang nama domain tersebut pada masa Redemption Grace Period maka Pak Raden Harus membayar tagihan sebesar Rp. 1.500.000 (Rp.150.000×10). Dan jika Pak Raden ingin memperpanjang nama domain tersebut pada masa Pending Delete, maka Pak Raden harus menunggu selama 5-7 hari hingga nama domain tersebut available untuk diregistrasikan”.

Bedanya Registrant, Registrar, dan Resigtry

Dipublikasikan oleh Neti Isnaini pada 29/12/2016. 16 comments

Sekilas memang terlihat kembar serupa ya namanya, namun masing-masing dari kata tersebut memiliki pengertian dan kegunaan yang berbeda. Supaya kita tidak salah untuk menggunakan istilah kata tersebut kita akan ungkap sekilas tentang pengertian kosa kata tersebut dan juga kegunaannya berkaitan dengan transaksi domain.

Antara registrant, registrar dan registry ini saling berkaitan antara satu dengan yang lain, istilah kata jika kita ingin membeli pulsa pasti akan ada pelaku yaitu pembeli, penjual dan barang yang diperjual belikan. Sehingga ketiga hal ini tidak bisa dipisahkan. Bisa digambarkan juga bahwa registrant adalah pelaku utama, kemudian registrar adalah pelaku kedua dan registry adalah pelaku ketiganya.

Registrant adalah sebuah badan organisasi maupun individu yang mendaftarkan nama domain. Ia merupakan pemilik dari nama domain tersebut. Ketika seorang registrant meregistrasikan nama domain tersebut dan memasukkan perjanjian kontrak dengan registrar, mereka menjadi pemilik yang sah dari nama domain tersebut untuk jangka waktu tertentu. Hal ini menyebkan seorna gregistrant terikat dengan ketentuan dari perjanjian layanan yang sudah ditetapkan.

Registrar adalah perusahaan yang mengambil permintaan pendaftaran nama domain anda dan cadangan nama domain anda untuk anda pada registry utama. Dapat dikatakan juga bahwa registrar ini adalah organisasi yang sudah terakreditasi, yang memiliki kemampuan untuk menjual nama domain tingat atas (Top Level Domain) seperti domain .com, .net, dan .org dan atau nama domain kode negara seperti .id, .us atau yang lainnya.

Registry adalah sebuah organisasi yang mengelola nama domain tingkat atas. Merekalah yang membuat ekstensi nama domain, menetapkan peraturan untuk penggunaan nama domain, dan juga bekerja bersama para registrar untuk menjual nama domain tersebut untuk umum. Registry disini juga memegang rekor rincian pendaftar untuk setiap nama domain yang telah didaftarkan mulai dari kontak pemilik nama domain, administrator dari nama domain tersebut, dan juga kontak teknis yang biasanya akan menjadi pendaftar. Sehingga dapat dikatan pula bahwa registry ini memiliki wewenang penuh atas nama domain yang telah di daftarkan.

Nah itu tadi teorinya saja ya, sekarang kita akan mencoba menggambarkannya secara real dengan membuat contoh pengaplikasiannya di kehidupan nyata.

Sekarang kita coba kaitkan dengan pelaku peregristasian domain yang berperan sebagai registrant, registrar dan registry.

Mukidi ingin membeli sebuah nama domain Mukidi.my.id di “Jogja Web Center”. Mukidi tersebut dikatakan sebagai registrant. Karena Mukidi membeli domain tersebut di Jogja Web Center maka Jogja Web Center disebut sebagai registrar. Setelah Mukidi mendaftarkan nama domain tersebut ke Jogja Web Center, maka Jogja Web Center akan mengirimkan pendaftaran atau informasi kontak anda tersebut kepada direktori pusat yang disebut dengan registry. Kemudian dari registry akan memasukkan informasi anda ke database mereka sehingga memungkinkan komputer lain untuk dapat melihat informasi yang diperlukan untuk melihat website anda.

 

 

Sejarah Domain .ID

Dipublikasikan oleh Neti Isnaini pada 29/12/2016. 16 comments

 

gambar dikutip dari https://inet.detik.com/

Domain .id merupakan sebuah  Top-level domain untuk kode negara Indonesia. Domain ini release sejak 1 September 2005, Memang awalnya domain .id ini ada berkat kerjasama antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau bisa disingkat dengan APJI yang berkolaborasi dengan pengelola doman .id yaitu ccTLD-ID.

Namun karena ada masalah antara kedua badan tersebut akhirnya domain .id itu sepenuhnya dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI)  pada 1 Mei 2007. Dan disahkan pada 16 September 2014 sesuai dengan Berita Acara Penyerahan Pengelolaan Domain .id yang dituangkan pada no. BA–343/DJAT/MKOMINFO/6/2007 dari Dirjen Aptel kepada PANDI.

PANDI ini merupakan organisasi nirlaba yang didirikan oleh komunitas teknologi informasi Indonesia. Sekarang ini PANDI menjadi badan hukum yang memiliki wewenang untuk mengatur pengelolaan domain .id yang mana PANDI ini sudah mendapatkan persetujuan dari ICANN (Internet of Assigned Name and Number) untuk mengelola domain .id tersebut.

Dengan diluncurkannya domain .id ini yang dapat digunakan sebagai top level internet domain (TLD), domain apapun .id kini sudah dapat didaftarkan pada semua registrar PANDI dan juga pada penjual domain disekitar anda.

Semua ekstensi di Indonesia yang menggunakan  domain .id dikelola oleh PANDI. Sehingga ektensi domain tersebut tidak dapat digunakan dengan sembarangan, harus memenuhi  persyaratan dan juga mendapatkan persetujuan atau perijinan usaha yang terkait. Macam-macam ekstensi domain .id tersebut adalah domain  .ac.id, .biz.id, .co.id, .desa.id, .or.id, .net.id, .web.id, .my.id, .sch.id, .go.id, .mil.id, dan war.net.id.

Masing-masing dari domain tersebut memiliki kegunaan masing-masing yang harus disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, sebagai berikut:

.ac.id   : Jenis domain ini digunakan untuk lingkungan akademik/perguruan tinggi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentutan. Sayaratnya adalah:

  1. SK Pendirian Lembaga dari kementerian/lembaga yang berwenang sesuai Peraturan Perundangan.
  2. Surat Keterangan Rektor atau Pimpinan Lembaga.
  3. KTP Republik Indonesia

.biz.id   : jenis domain yang digunakan untuk kepentingan komersial atau bdan usaha dna sejenisnya. Syaratnya adalah KTP Republik Indonesia.

.co.id   : Jenis doamain yang digunakan untuk kepentingan komersial yang mana pada ketentuan dan kebijakan selanjutnya hanya diperuntukkanbagi perusahaan dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Syaratnya adalah:

  1. SIUP/TDP/AKTA/Surat Ijin yang setara.
  2. KTP Republik Indonesia.
  3. Sertifikat Merek (bila ada).

.desa.id :untuk situs pemerintahan desa, persyaratannya diatur dalam Peraturan Menteri yang membidangi Komunitas dan Informatika.

.or.id    : Jenis domain yang digunakan untuk organisasi selain organisasi ac.id, co.id, net.id, go.id, mil.id, sch.id, dll dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Syaratnya adalah:

  1. Akta Notaris atau Surat Keterangan dari organisasi yang bersangkutan.
  2. KTP Republik Indonesia

.net.id  : jenis domian yang digunakan untuk organisasi pemegang izinpenyelenggara jasa telokunikasi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Syaratnya adalah:

  1. Surat Ijin Prinsip/Penyelenggaraan Usaha Bidang Telekomunikasi dari kementerian yang membidangi Komunikasi dan Informatika.
  2. KTP Republik Indonesia

.web.id            : jens domain yang adigunakan untuk personal dan juga organisasi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Syaratnya adalah:

  1. KTP Republik Indonesia
  2. Untuk sekolah resmi: Surat Keterangan Kepala Sekolah atau Kepala Lembaga dan KTP Republik Indonesia.

.my.id  : jenis domain yang digunakan untuk pribadi atau komunitas. Syaratnya adalah KTP Republik Indonesia.

.Sch.id  : jenis domain yang digunakan untuk sekolah dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Syaratnya adalah:

  1. Untuk Pendidikan non-formal yang diakui oleh SKPD:
  2. SK Pendirian Lembaga dari Kementerian atau SKPD terkait.
  3. KTP Republik Indonesia

.go.id   : jenis domain yang digunakan khusus bagi instansi pemerintahan dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Persyaratannya diatur dalam peraturan Menteri yang membidangi Komunikasi dan Informatika.

.mil.id : jenis domain yang digunakan untuk kalangan militer dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Persyaratannya diatur dalam Peraturan Panglima TNI.

War.net.id: jenis domain yang digunakan bagi warung internet, namun kini telah dihapuskan.

Sedangkan berikut ini adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi seseorang atau instansi untuk menggunakan domain tersebut, seperti:

  1. Nama domain yang harus sesuai dengan kriteria penamaan.
  2. Nama domain harus menghormarti dan tidak bertentangan dengan HaKI, IPR, Hak Paten/Merk.
  3. Untuk .co.id dan .net.id, jika persyaratak SIUP/TDP, Akte, NPWP dan lain sebagainya sedang dalam proses pembuatan, perlu melampirkan Surat Keterangan/Pernyataan dari Notaris.
  4. Jika dianggap perlu Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dapat meminta klarifikasi berupa Surat Pernyataan/Keterangan/Penjelasan, vide pasal 23 ayat (2) UU no. 11/2008 tentandg ITE.
  5. Masa berlaku domain adalah 1 (satu) atau 2 (dua) tahun sejak tanggal persetujuan penggunaan nama domain tersebut.

 

 

Hardware, Webcam

Dipublikasikan oleh Neti Isnaini pada 28/12/2016. 16 comments

Kamera yang satu ini jelas bed aya dengan kamera yang biasa kita gunakan untuk selfie. Ya meskipun namanya sama, tapi kegunaannya sedikit berbeda. Mulai dari tempatnya, dan juga perangkat yang menggunakannya.

Kamera web atau yang biasa disebut dengan Webcam merupakan sebuah sebutan untuk kamera waktu nyata (keadaan yang sedang terjadi saat itu juga) yang mana gambarnya bisa dilihat melalui Waring Wera Wanua yaitun sebuah program pengolah pesan cepat atau aplikais pemanggilan video.

Ada beberapa tipe Webcam antara lain Slim1320, Slim 2020AF,  Eye 312. Eye 110, i-Look 1321 dan masih ada beberapa lagi yang lain, namun saat ini sudah banyak kamera digital dan Handphone yang sudah bisa dijadikan sebagai webcam. Webcam dibuat dari lensa kamera standar yang dipasang pada sebuah papan sirkuit agar bisa menangkap gambar.

Pada awalnnya bentuk webcam masih sangat sederhana dan standar, namun dengan seiring berjalannya waktu kini bentuknya sudah sangat beragam begitu pula dnegan fitur-fiturnya yang mulai canggih.

Pada awalnya juga webcam ini mendapatkan dukungan secara komersial dari sebuah industri pornografi. Dikarenakan industri ini membutuhkan gambar-gambar yang “live” serta meminta untuk dibuatkan software yang mampu melakukannya tanpa web browser plugins. Dan akhirnya hal inilah yang mengakibatkan teknologi live streaming webcam ada hingga detik ini. Webcam yang ada dipasaran saat ini memiliki dua tipe yaitu web camera permanen (fixed) dan revolving web camera.

Selain itu ada beberapa fitur dan juga setting webcam antara lain:

  1. Motion sensing, dimana ketika kamera mendeteksi gerakan ia akan mengambil gambar.
  2. Image archiving, dapat adigunakan oleh pengguna untuk membuat sebuah archive yang mampu menyimpan semua gambar dari web camera maupun gambar-gambar tertentu ketika interval pre-set.
  3. Video messaging, ada beberapa program messaging sebagai salah satu fitur pendukung.
  4. Advanced connection, fitur ini berguna untuk menyambungkan perangkat home theater ke webcam melalui kabel ataupun nirkabel.
  5. Automotion, sebuah kamera robotik yang memungkinkan untuk pngambilan gambar secara pan atau tilt dan setting program pengambilan frame berdasarkan pada posisi kamera.
  6. Streaming media, sebuah aplikasi profesional yang mana setup webcam dapat menggunakan kompresi MPEG4 untuk mendapatkan streaming audio maupun video yang sesungguhnya.
  7. Custom coding, mampu mengimport kode dari komputer pengguna untuk memberi intruksi pada webcam apa yang harus dilakukan.
  8. AutoCam, dengan ini pengguna dapat membuat web page untuk webcam secara gratis di server perusahaan yang membuat webcam.

 

HardWare, VGA Card

Dipublikasikan oleh Neti Isnaini pada 28/12/2016. 16 comments

Video Graphgics Array atau yang biasa disebut dengan VGA, hampir mirip-mirip dengan motherboard ya kalau kit amelihatnya dari segi bentuknya. Tapi yagn satu ini jelas beda lho, baik dari fungsi maupun ukurannya. VGA card merupakan standar tampilan sebuah komputer analog. VGA ini pertama kali dipasarkan pada 1987 oleh IBM. VGA ini sangat menunjang sekali bagi konsumen yang menggemari desain grafis, animasi, maupun game.

VGA atau Video Graphic Adapter ini berfungsi untuk menerjemahkan atau merubah sinyal digital yang diberikan oleh komputer untuk kemudian diproses menjadi sebuah tampilan grafis pada layar monitor. VGA Card biasa disebut dengan card display yang digunakan sebagai tempat melakatnya kartu grafis yang disebut sebagai slot expansi. Berdasarkan memori yang digunakan, VGA memiliki beberapa jenis antara lain; DRAM (Dynamic RAM) berkecepatan 80 ns atau 70 ns, EDO RAM berkecepatan 60 ns atau sampai 35 ns, VRAM (Video RAM) berkecepatan 20 ns atau 10 ns, SGRAM (Synchronous Graphic RAM) berkecepatan kurang dari 10 ns, RAMBUS yang mana jumlah memorinya masih sedikit.

Kita tengok sedikit cerita mengenai sejarah VGA card ini yuk, tadi sudah sedikit di singgung bahwa VGA ini mulai dikenalkan oleh IBM pada thaun 1987 ya. Ada du ajenis VGA yang perlu untuk kita ketahui; ada VGA onboard dan satunya lagi VGA Card. Lalu apa sih bedanya antara kedua VGA ini?

Jadi VGA onboard itu unit pemrosesannya sudah menyatu dengan yang namanya motherboard, jadi dengan adanya hal ini komputer sudah tidak perlu lagi ya menggunakan VGA card. Keunggulannya VGA onboard ini tidak permanen. Bagaimana maksdunya? Jadi penggunanya dapat menonaktifkannya sewaktu-waktu ketika diinginkan dan menggantinya dengan VGA card. Beda halnya dengan VGA card itu sendiri, ia merupakan sebuah unit pemrosesan yang tidak menyatu dengan motherboard. Jadi kebalikan dari VGA onboard ya kawan. Namun baru-baru ini ada ada jug ayang disebut dengan 3D accelerator, jika dilihat dari fungsinya sih memang lebih unggul daripada VGA itu sendiri karena ia memiliki kemampuan untuk mengolah dan juga menerjemahkan data maupun gambar 3D dengan  lebih sempurna.