Our Blog

Latest news and updates from flathost

Tentang GitHub

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 31/05/2018. 16 comments

GitHub adalah layanan penginangan web bersama untuk proyek pengembangan perangkat lunak yang menggunakan sistem pengontrol versi Git dan layanan hosting internet. Hal ini banyak digunakan untuk kode komputer. Ini memberikan kontrol akses dan beberapa fitur kolaborasi seperti pelacakan bug, permintaan fitur, manajemen tugas, dan wiki untuk setiap proyek.

 

GitHub menawarkan paket repositori pribadi dan gratis pada akun yang sama dan digunakan untuk proyek perangkat lunak sumber terbuka. Pada bulan April 2017, GitHub melaporkan bahwa mereka mempunyai lebih dari 20 juta pengguna dan lebih dari 57 juta repositori, menjadikannya layanan terbesar dari kode sumber di dunia.

 

Fitur social digithub

Beberapa fitur Social di Github:

  1. Github user profile.
  2. Follow, Kita bisa memfollow profil progammaer lain di github.
  3. Star, fungsinya sama dengan Bookmark.
  4. Watch, memonitor repository tertentu. Setiap ada perubahan di Repo, maka kita akan dikirim notifikasi.
  5. Fork, mengcopy keseluruhan code repository ke repo kita sendiri.

 

Fungsi Dari GitHub

GitHub merupakan VCS online yang sangat bermanfaat bagi mereka yang bekerja secara team maupun sendiri. GitHub sekarang ini banyak digunakan oleh para developer untuk mengatur file-file project yang sedang mereka jalankan baik secara team maupun perorangan.

GitHub merupakan VCS yang sudah menggunakan GUI sehingga mempermudah dalam mengatur file-file. Terdapat juga beberapa fitur-fitur tambahan pada GitHub yang menarik sehingga interface nya sangat nyaman untuk digunakan. Mimin juga menggunakan GitHub dalam mengatur file-file project yang mimin buat.

Sejarah PSR

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 31/05/2018. 16 comments

Kalau Anda developer PHP pasti cepat atau lambat Anda akan mendengar istilah “PSR”, atau “standar PSR-0″, “standar PSR-1″ dan seterusnya. Lalu apa itu PSR?

PSR adalah singkatan dari “PHP Standards Recommendations”, yaitu sekumpulan standar penulisan skrip PHP yang dibuat oleh developer PHP, praktisi, pengembang framework atau aplikasi dan semua pihak atau perusahaan yang memiliki kepentingan dengan PHP dan adanya standar yang disepakati bersama.

Kenapa PSR?

PHP sebelumnya tidak pernah memiliki standar yang benar-benar digunakan bersama dalam penulisan kode-nya. Kalaupun ada, ini biasanya dikeluarkan oleh masing-masing pihak yang berbeda-beda sesuai kepentingan mereka. Ini mungkin disebabkan oleh sejarah PHP yang memang dibuat untuk developer yang ingin membangung aplikasi web semudah dan secepat mungkin.

Namun dalam perjalanannya, ketika PHP mulai diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar dan digunakan untuk membangun aplikasi yang “serius”, ditambah dengan berjamurnya PHP framework di mana masing-masing memiliki cara penulisan yang berbeda-beda, akhirnya kebutuhan akan adanya standarisasi ini menjadi sangat penting.

Sejarah Singkat PSR

Pada konferensi php|tek tahun 2009, beberapa developer yang terlibat dalam project berbeda mendiskusikan kemungkinan adanya mekanisme agar mereka bisa bekerja antar project yang berbeda tersebut. Perbedaan cara masing-masing project dalam menyelesaikan persoalan, termasuk standarisasi penulisan akhirnya menjadi topik utama. Diskusi ini berujung pada pembentukan Framework Interoperability Group (FIG).

Biarpun namanya “Framework Interoperability Group”, group ini kemudian beranggotakan bukan hanya pengembang framework (seperti Lithium, Symfony, dan CakePHP), melainkan seluruh developer yang mengembangkan aplikasi web berbasis PHP seperti PyroCMS, phpDocumentor dan bahkan Composer.

Lewat diskusi dan voting yang dilakukan dalam mailing list mereka, FIG memutuskan dan merekomendasikan standar-standar yang dinamakan standar PSR yang tujuannya cuma satu, yaitu agar tiap project bisa bekerja sama (interoperability).

Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada empat standarisasi yang ditelurkan FIG, yaitu PSR-0 untuk autoloader, PSR-1 untuk standar penulisan kode PHP, PSR-2 untuk panduan gaya penulisan (style guide) kode PHP dan merupakan pengembangan dari PSR-1, kemudian yang terakhir yaitu PSR-3 untuk standar logger interface.

Pengertian dan fitur Chromebook

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 31/05/2018. 16 comments

Chromebook merupakan sebuah notebook yang menggunakan Chrome OS milik Google. Buat kamu yang belum tahu, Chrome OS sudah dioptimalisasi sedemikian rupa sehingga jika kamu berselancar di internet maka performanya menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Selain itu, Chrome OS juga yang memiliki beberapa lapisan keamanan, penyimpanan cloud, dan produk Google yang paling populer dan terbaru. Sehingga, Chromebook sangatlah cocok untuk kamu yang pekerjaannya tidak lepas dari internet.

Buat kamu yang bekerja di kantor atau jika kamu adalah seorang desain grafis, Chromebook bukan pilihan yang tepat karena Chrome OS tidak mendukung aplikasi yang ada di Windows misalnya saja Microsoft Office, Corel Draw dan aplikasi populer yang biasa kamu pakai di OS Windows lainnya. Tapi itu dulu, seperti yang sudah DroidPoin jelaskan sebelumnya kini Chromebook sudah bisa menginstall aplikasi Android dan bahkan Windows sekalipun dengan bantuan dari CrossOver.

Fitur Spesial

 

Google Assistant merupakan salah satu fitur spesial yang ada pada Chromebook. Asisten virtual besutan Google ini hadir di platform Chrome OS pada Pixelbook. Yang menarik, fitur ini bisa diaktifkan dengan menggunakan Pixelbook Pen. Meski dilengkapi pena pendukung, kamu masih bisa mengakses Google Assistant lewat tombol khusus yang terdapat di laptop itu sendiri. Selain itu, Chromebook ini juga terintegrasi dengan Google Now, yang memberikan kamu informasi mengenai berita cuaca dan berita terkini setiap hari. Kamu bisa melihatnya dengan mudah di Google Feed.

 

Selain itu, Google juga memberikan dukungan khusus untuk penggunaan laptop dengan layar sentuh atau 2-in-1 laptop seperti Asus Chromebook Flip. Google membuat desain keyboard on-screen yang minimalis dengan dilengkapi fitur untuk memudahkan dalam mengetik. Tak hanya itu, bagi pengguna smartphone Android, kamu bisa menerima notifikasi pesan dan panggilan di Chromebook milikmu secara langsung.

 

Tak Butuh Spesifikasi Tinggi

 

Tidak seperti laptop Windows, Chromebook lebih ditujukan untuk penggunaan online, sehingga spesifikasi tinggi tidak begitu diperlukan. Sebagai gambaran, Chromebook dengan RAM 2 GB atau 4 GB dan prosesor Intel Celeron N2840, sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan multitasking. Penyimpanan Chromebook juga tidak perlu besar.

 

Sebagian besar Chromebook hadir dengan kapasitas penyimpanan on board hanya 16 GB. Hal ini dikarenakan Chromebook dilengkapi dengan slot SD card untuk menambah kapasitas penyimpanan dan juga tersedianya penyimpanan berbasis cloud hingga kapasitas 100 GB di Google Drive. Dengan begini, Chromebook tidak membutuhkan kapasitas penyimpanan internal yang besar, kamu tinggal menyimpannya secara online di cloud.

Harga Lebih Murah

 

Harga tentu menjadi salah satu pertimbangan utama ketika kita ingin membeli laptop baru. Semakin terjangkau harganya, maka akan semakin menarik minat kita untuk membelinya. Inilah salah satu kelebihan dari laptop Chromebook. Jika dibandingkan dengan laptop Windows dan MacBook, harga Chromebook terbilang lebih murah.

 

Sebagai contoh, untuk segmen low end dengan harga Rp 2 jutaan, kamu sudah bisa memiliki Acer Chromebook R11 yang punya layar 11,6 inci, prosesor Intel Celeron N3150 dan RAM 2 GB. Lalu dengan budget Rp 7 jutaan, kamu sudah bisa membawa pulang Samsung Chromebook Pro yang mempunyai layar 12,3 inci beresolusi 2400 x 1600 piksel, prosesor Intel Core M3, RAM 4 GB dan pena stylus.

 

Untuk segmen premium, dengan merogoh kocek sebesar Rp 13 jutaan, kamu bisa mendapatkan Google Pixelbook versi layar 12,3 inci dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-7, RAM 8 GB dan penyimpanan berjenis SSD berkapasitas 128 GB. Ada juga versi tertinggi dari laptop konvertibel ini yang dijual seharga Rp 22 juta. Versi paling bertenaga dari Pixelbook ini ditunjang prosesor Intel Core i7 generasi ke-7, RAM 16 GB dan storage 512 GB berjenis SSD.

 

Baterai Lebih Awet

 

Chromebook dikenal akan ketahanan baterainya yang lebih awet. Rata-rata, laptop Chromebook memiliki daya tahan baterai selama sekitar 9 jam penggunaan. Hal ini sangat penting bagi kamu yang sering mengerjakan tugas atau menyelesaikan pekerjaan di luar kantor tanpa harus selalu bergantung pada colokan listrik untuk charge baterai laptop.

 

Ketahanan

 

Sebagian besar laptop Chromebook yang ada di pasaran dihadirkan dengan ketahanan bodi yang tangguh. Fitur anti goresan dan tahan bantingan merupakan hal biasa yang disertakan pada laptop dengan Chrome OS ini. Sebagai contoh, Acer Chromebook 14 dan Lenovo ThinkPad 13 Chromebook memiliki ketahanan berstandar militer dengan sertifikasi MIL-STD-810G. Ini artinya, perangkat tersebut memiliki kapabilitas melewati tes ketahanan sesuai standar militer Amerika Serikat. Untuk Acer Chromebook 14 sendiri, laptop ini mampu bertahan di lingkungan dengan temperatur ekstrem, kelembaban, getaran, hujan, pasir dan debu.

Keamanan

 

Satu lagi keunggulan yang dimiliki oleh laptop Chromebook adalah di sektor keamanan. Model Chromebook yang ditujukan untuk bisnis biasanya dibekali dengan alat yang memungkinkan administrator teknologi informasi (TI) untuk mengelola laptop dari dalam maupun luar kantor. Sebagai contoh, Lenovo ThinkPad 13 Chromebook dan Google Pixelbook dilengkapi dengan Trusted Platform Mobile, chip keamanan yang melindungi pengguna dari pencurian kata sandi. Dengan fitur ini, para profesional tidak perlu khawatir lagi soal keamanan data yang tersimpan di perangkat Chromebook mereka.

5 Fungsi Kode QR yang Jarang Diketahui oleh Masyarakat Luas

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 31/05/2018. 16 comments

Kita pasti pernah mengenal namanya QR Code, atau setidaknya mengetahuinya lewat BBM saat ‘pemindaian kode batang’. Merupakan teknologi matrik barcode, Quick Response Code ini mampu berkembang pesat karena memiliki ketepatan pembacaan yang cepat. Selain itu, kapasitas penyimpanan lebih besar membuat barcode UPC standar kian ditinggalkan.

Penggunaan QR Code ini tak terlepas dari perkembangan smartphone yang meningkat. Apalagi sangat berguna untuk industri, pendidikan dan perdagangan. Bahkan mungkin kita melewatkan fungsi-fungsi tersembunyi dari QR Code dalam kehidupan sehari-hari.

1. Terhubung Jaringan Wifi

Anda bisa menghubungkan jaringan wifi dengan QR Code ini. Anda bisa membagikan koneksi wifi dengan teman, sahabat, pacar atau pun keluarga. Namun, perlu hati-hati juga. Sebab para hacker bisa saja meng-hack dan mengambil data berupa password wifi dan merubah password-nya.

2. Untuk presentasi

Sebagai narasumber baik yang mempresentasikan dari materi yang dibuat, Anda bisa membubuhkan QR Code pada tampilan slide presentasi. Bagi guru atau dosen, hal ini sangat efisien. Sebab pelajar maupun mahasiswa dapat men-scan dan mendownload materi yang disajikan.

3. Shortcut untuk mengunduh aplikasi

Untuk hal ini sangat cocok untuk para developer. Lebih praktis dalam mempromosikan suatu aplikasi yang dibuat dan menjadi salah satu strategi pemasaran. Intinya, QR Code itu terhubung dengan link download sebuah aplikasi. Jadi, tinggal scan dan taraaa … Anda sudah menuju ke halaman download.

4. Untuk kartu nama

Silakan membuat kartu nama dengan disertai QR Code. Dengan ini, Anda bisa menyimpan data pribadi berupa nama lengkap, nama media sosial, alamat atau jabatan di kantor. Sehingga klien Anda bisa lebih mengenal lebih dalam tentangmu dengan cara memindainya.

5. Media promosi

Pernah lihat bungkus makanan dan mempunyai QR Code di belakang bungkusnya. Yup, sebagai media promosi, QR Code ini cukup bagus. Selain produk, teknologi matrik barcode ini bisa digunakan sebagai media promosi apa pun karena cakupannya luas. Bisa ditempel pada kaus karyawan atau sebagai media promosi dalam pariwisata sebuah negara atau apa pun.

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menginstal OS Linux di Komputer

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 31/05/2018. 16 comments

Dibandingkan sistem operasi lainnya, OS Linux memang mempunyai tingkat popularitas yang rendah. Terlebih jika dibandingkan dengan Windows. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi kelebihan yang bisa dijumpai pada Linux. Mulai dari ketersediaan distro yang bejibun dan fitur-fitur menarik yang ada di dalamnya.

Meski begitu, memang tak bisa dimungkiri kalau Linux sangat kurang diminati oleh masyarakat umum. Mereka yang memakai Linux kebanyakan adalah yang sudah ‘jago komputer’. Padahal, saat ini banyak juga lho distro Linux yang bisa digunakan dengan cukup mudah untuk para pemula.

Bagi yang masih ragu untuk menggunakan OS Linux, mungkin lima alasan di bawah ini bisa dijadikan pertimbangan.

  1. Menginstal Linux tak berarti meninggalkan Windows Lho

Sistem operasi Linux bisa diinstal pada komputer secara berbarengan dengan OS Linux, atau dual boot. Ditambah lagi, menginstal Linux juga bisa dilakukan menggunakan USB flash disk.

  1. Pengaturan mudah

Bayangan pertama kali yang muncul saat memikirkan Linux adalah penggunannya yang ribet. Namun jangan salah, seperti yang telah diungkapkan di atas, Linux saat ini bisa juga digunakan oleh para pemula. Ubuntu misalnya. Distro Linux yang satu ini didesain untuk para pemula lengkap dengan fitur-fitur seperti yang ada pada Windows.

     3. Aplikasi yang dibutuhkan, semuanya tersedia

Menggunakan Linux pun dibarengi dengan keberadaan aplikasi yang menunjang. Mulai dari keberadaan aplikasi Thunderbird untuk sarana email, LibreOffice untuk membuat dokumen, Evolution yang merupakan versi Linux dari Outlook, aplikasi edit foto GIMP dan lain-lain.

Pengguna Linux pun dapat pula memakai aplikasi populer seperti Google Chrome, VLC Player, Dropbox, Skype ataupun Spotify. Dan jangan lupa, saat ini juga cukup banyak aplikasi yang bisa diakses secara online. Office Online dari Microsoft adalah salah satu contohnya.

  1. Keamanan terjaga

Dibandingkan Windows, pengguna Linux sangatlah kecil. Hal ini pun berdampak positif terkait keamanan data pada komputer. Jumlah hacker yang melakukan aksi isengnya di perangkat Linux pun sangat terbatas. Ditambah lagi, OS Linux merupakan sebuah sistem operasi yang didesain untuk keamanan.

     5. Memakai Linux = mendukung komunitas open source

Penggunaan Linux juga merupakan salah satu aksi dukungan terhadap komunitas open source. Hal ini pun bakal berdampak positif pada ketersediaan aplikasi-aplikasi gratis yang bisa digunakan secara bebas. Semakin banyak dukungan, tentu saja semakin banyak aplikasi gratis yang bakal dikembangkan.