Our Blog

Latest news and updates from flathost

Penjelasan Tentang Dragontrail Glass

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 23/07/2018. 16 comments

Layar ini dipilih karena memiliki ketahanan yang sangat baik dan mampu melindungi perangkat dari benturan maupun goresan. Namun, di bisnis perlindungan layar, Gorilla Glass bukanlah pemain tunggal, ada Dragontrail Glass besutan AsahiGlass Company (AGC) yang melindungi tak kalah hebatnya.

Lalu apa yang dimiliki oleh Dragontrail? Jangan anggap remeh, kekuatan Dragontrail juga mumpuni, teknologi anti gores yag satu ini mampu menahan beban sampai dengan 60 kg dengan ketebalan kaca yang hanya 1 mm. Selain itu, Asahi juga mengaku bahwa Dragontrail memiliki kekuatan 60 kali lebih tangguh dibandingkan layar ponsel kebanyakan, yakni Soda-lime Glass.

 

Selain unjuk kekuatan, ketebalan menjadi faktor penting dalam sebuah layar, apalagi bagi perangkat dengan input sentuh, ketebalan bisa mempengaruhi sensitivitas pada layar. Jika membandingkan soal ketebalan, kedua jenis kaca ini memiliki nilai yang sama. Baik Gorilla Glass maupun Dragontrail sama-sama memiliki ketebalan tertipis sebesar 0,5 mm, namun dengan berbagai kebutuhan ketebalan tersebut bisa disesuaikan lebih tebal lagi sampai 5 mm.

 

Dengan fakta seperti itu, Corning selaku pemilik Gorilla Glass tidak tinggal diam, mereka telah menyiapkan Gorilla Glass 2. Versi yang baru ini akan menambah kekuatan layar Gorilla Glass dengan ketebalan yang bisa dibuat makin tipis lagi.

 

Dragontrail sadar kehadirannya yang baru akan sulit diterima pasar, karena nama besar Gorilla Glass yang sudah tersebar luas, namun Asahi berharap bisa mendapatkan pangsa pasar elektronik sebesar 30%. Dengan demikian, kemunculan Dragontrail membuat teknologi kaca anti gores di masa mendatang menjadi lebih kompetitif dan semakin inovatif, yang pada akhirnya justru menguntungkan konsumen itu sendiri. Namun, dengan kehadiran dua merek ini bisa dipastikan produsen pelindung anti gores lambat laun akan segera punah dan bukan tidak mungkin akan muncul merek produk anti gores selain dua merek tersebut.

Sejarah dan pengertian Gorilla Glass

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 22/07/2018. 16 comments

Gorilla Glass, secara harfiah berarti kaca gorila, adalah merek dagang terdaftar untuk lembaran kaca alkali-aluminosilikat yang diproduksi oleh pabrik kaca Corning asal Amerika Serikat. Kaca ini direkayasa dengan menggabungkan ketipisan, keringanan, dan daya tahannya terhadap kerusakan.

Sejarah

Corning Inc. bereksperimen dengan kaca yang diperkuat dengan bahan kimia pada tahun 1960, bagian dari proyek yang disebut “Project Muscle” , dalam beberapa tahun Corning Inc. berhasil mengembangkan kaca yang dinamakan “Chemcor” glass. Corning inc. pada waktu itu belum dapat menemukan penggunaan untuk “Chemcor” Glass tersebut dan sebagai pendahulu Gorilla Glass, kaca tersebut tidak pernah diproduksi secara massal , kecuali kaca tersebut diproduksi secara massal, sebanyak seratus buah untuk Race Car Dodge Dart, dan Plymouth Barracuda, di mana diketahui bahwa pengurangan berat merupakan salah satu kunci untuk menambah kecepatan maksimum sebuah mobil. Pada tahun 2006, Apple Inc. mengembangkan model pertama iphone, awalnya iphone tersebut menggunakan layar yang terbuat dari plastic keras, Steve Jobs menemukan fakta ketika menaruh prototipe ponsel tersebut di dalam saku , kunci miliknya menggores permukaan prototype tersebut, Jobs pun segera mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut . Akhirnya Jobs menghubungi CEO Corning Inc., Wendell Weeks, dan mengatakan bahwa perusahaan “Apple” membutuhkan kaca yang ringan dan kuat untuk digunakan pada Iphone yang akan dipakai oleh konsumen. Weeks mengatakan pada Jobs, tentang “Gorilla Glass” yang telah dikembangkan oleh perusahaan tersebut pada tahun 1960 , namun telah dihentikan sejak saat itu. Jobs meyakinkan weeks agar segera memproduksi kaca tersebut untuk digunakan pada iphone yang akan dirilis. Pada skeptis awal weeks mengatakan bahwa corning inc. dapat melakukannya dan dapat memproduksi layar yang cukup untuk rilis Iphone yang tertunda, mereka berusaha untuk mencapai permintaan tersebut dalam enam bulan. Pabrik Corning di Harrodsburg, Kentucky mampu menyediakan Corning Glass tersebut untuk Iphone generasi pertama yang dirilis pada Juni 2007

Perbedaan Antara Prosesor Komputer dan Smartphone

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 22/07/2018. 16 comments

Apakah Anda Tahu Apa Perbedaan Antara Prosesor Komputer dan Smartphone? Saya rasa sudah tidak asing lagi mendengar smartphone karena ponsel pintar ini sudah sangat populer dikalangan masyarakat ponsel ini melaju pesat karena ponsel smartphone bersistem operasi android yang di perkenalkan tahun 2007, apalagi ada beberapa ponsel yang memiliki prosesor Quad-core dengan kecepatan 2,5 Ghz seperti Sony Xperia Z2,LG G3,dan lain-lain.
Dengan Kemampuan prosesor yang sangat mengesankan pada smarphone tersebut tidak jauh lebih hebat dari prosesor komputer Intel Core i3 yang memiliki clock GHz yg jauh di bawahnya. Jumlah inti besaran GHz ternyata bukan satu-satunya indikator dalam menentukan kemampuan prosesor, nah ini ada beberpa faktor Perbedaan Antara Prosesor Komputer dan Smartphone :

  1. TDP

TDP atau singkatan dari Thermal Design Power maksud dari TDP adalah jika smartphone pada umumnya memiliki komponen yang kecil dan sensitif terhadap panas, untuk menekan konsumsi energi dan efek panas makan prosesor akan didesain dengan TDP rendah.

  1. Skala Program

Prosesor pada smartphone di desain dengan ukuran fisik (Fab Size) yang kecil dengan TDP (Thermal Design Powe yang kecil sehingga hanya mampu menjalankan program-program pada smartphone yang memang mempunyai skala program yang kecil, maka dari itu besaran GHz pada smartphone dan komputer tidak bisa dibandingkan karena memiliki segmen dan skala kerja yang berbeda.

  1. Komponen Pendukung lain

Pada Ram juga sangan berpengaruh, soalnya Kompatibiliti RAM pada prosesor smartphone paling canggih hanya memiliki set instruksi 32 bit dengan bandwith 12,5 Gb/s sedangkan komputer bisa mencapai 36 bit dengan bandwith hingga 21 Gb/s.

  1. Performa terbatas

prosesor pada smartphone jarang mencapai kecepatan tertinggi karena menghindari dari overheat atau menghemat kepada baterai, jika melebihi maka bisa menyebabkan kerusakan permanen karena ada beberapa komponen yang meleleh karena panas.

 

Penjelasan Tentang Telegram Bot

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 22/07/2018. 16 comments

Telegram adalah tentang kebebasan dan keterbukaan – kode kami terbuka untuk semua orang, seperti API kami. Hari ini kami sedang membuat langkah menuju keterbukaan dengan meluncurkan API Bot dan platform untuk pengembang pihak ketiga untuk membuat bot .

Bot hanyalah akun Telegram yang dioperasikan oleh perangkat lunak – bukan orang – dan mereka akan sering memiliki fitur AI. Mereka dapat melakukan apa saja – mengajar, bermain, mencari, menyiarkan, mengingatkan, menghubungkan, mengintegrasikan dengan layanan lain, atau bahkan memberikan perintah ke Internet of Things.

Berikut beberapa contoh bot yang dibangun oleh penguji beta platform pada akhir pekan terakhir ini:

  • @ImageBot – kirim bot ini kata kunci dan itu akan memberi Anda gambaran yang relevan.
  • @TriviaBot – uji pengetahuan trivia Anda atau tambahkan ke grup untuk bersaing dengan teman.
  • @PollBot – tambahkan obrolan ini ke grup untuk membuat jajak pendapat.
  • @RateStickerBot – temukan dan beri nilai stiker baru.
  • @AlertBot – atur waktu dan bot ini akan mengirimi Anda pengingat untuk apa pun yang Anda suka.
  • @HotOrBot – temukan teman dengan bot kencan seperti Tinder ini.
  • @GithubBot – pantau pembaruan GitHub.
  • @StoreBot – temukan bot baru dan beri peringkat .

 

Kegunaan Tombol Reactions Pada Instagram

Dipublikasikan oleh Irsan Koestiawan pada 22/07/2018. 16 comments

Dua tahun lalu, Facebook memberikan fitur beragam ekspresi untuk merespon suatu postingan dari teman. Jadi tak hanya tombol like tapi juga tombol berjulik ‘Reaction’ bergambar emoji hingga lebih ekspresif.

Setahun kemudian Facebook menyematkan fitur tersebut ke bagian kolom komnetar dan juga Messenger. Kini, fitur tersebut mulai akan diterapkan ke anak perusahaannya yang lain yakni Instagram.

Tombol Reactions pada Instagram Stories terpatri di sisi bawah layar sebelah kiri, berdampingan dengan kolom “write a message”. Dulunya tempat itu untuk menaruh ikon kamera saat pengguna hendak membalas unggahan teman dengan foto. Ikon kamera lantas dipindahkan ke sisi kanan, berdampingan dengan ikon panah untuk meneruskan (forward) unggahan seseorang ke teman lainnya. Tombol Reactions ini tersedia untuk aplikasi Instagram v54.0.0.14.82. Kini masih dalam tahap pengujian, belum jelas kapan bakal meluncur resmi ke publik.