Fungsi Fitur Explore

YouTube sedang menguji fitur baru bernama Explore. Fitur tersebut membantu pengguna menemukan lebih banyak video, topik, maupun kanal yang mungkin tak terakses karena banyak konten baru yang muncul. Fitur Explore juga berguna bagi kreator konten untuk memastikan karyanya ditampilkan ke pemirsa. Sebagai misal pengguna menonton banyak konten tentang teleskop, maka akan ada beberapa video tentang […]

YouTube sedang menguji fitur baru bernama Explore. Fitur tersebut membantu pengguna menemukan lebih banyak video, topik, maupun kanal yang mungkin tak terakses karena banyak konten baru yang muncul.

Fitur Explore juga berguna bagi kreator konten untuk memastikan karyanya ditampilkan ke pemirsa. Sebagai misal pengguna menonton banyak konten tentang teleskop, maka akan ada beberapa video tentang kamera di atas tab Explore.

Dilansir The Verge, seperti dikutip Telset.id pada Selasa (24/7), pengujian fitur Explore diperuntukkan satu persen pengguna YouTube berbasis iOS alias perangkat mobile buatan Apple selama beberapa minggu ke depan.

Berbeda dengan fitur Recommend atau Trending yang sudah ada di YouTube, Director of Product Management Tom Leung menjelaskan bahwa fitur Explore akan menyajikan video dengan beragam jenis topik yang diusung dalam setiap konten video.

“Fitur Explore akan membantu pengguna untuk menemukan topik yang berbeda atau kanal video yang mungkin belum pernah Anda temukan tetapi tetap dipersonalisasi sesuai minat pengguna,” terangnya.

Fitur Explore, sebut Tom, berbeda dengan Recommend atau Trending yang hanya akan menyajikan video atau konten yang homogen berdasarkan jenis video yang selama ini biasa ditonton di YouTube.

Ia menambahkan, bagi para kreator konten atau YouTuber, fitur Explore bakal memberi kesempatan menjangkau lebih banyak pengguna. Caranya dengan mengategorikan konten video sehingga lebih mudah ditemukan lewat fitur Explore.

“Fitur Explore baru diuji untuk sebagian pengguna iPhone. Fitur Explore bisa ditemukan di deretan ikon menu bagian bawah aplikasi YouTube,” pungkas Tom.

Sebelumnya, YouTube juga mengumumkan fitur baru yang akan mengubah cara pembuat konten skala menengah dalam melakukan monetisasi. Namanya Premier, yang memungkinkan para pembuat video pre-record untuk streaming langsung.

Dengan fitur ini pembuat konten dapat fokus pada hal seperti menjawab pertanyaan obrolan langsung saat video yang direkam sebelumnya diputar.

Platform ini juga memperluas YouTube Sponsorships dan mengubah namanya menjadi Channel Memberships. Pembuat konten dapat menamai fans klub mereka dan mengenakan biaya USD 4,99 untuk keanggotaan, selama mereka memiliki minimal 100.000 subscribers.

Mereka dapat mendesain emoji khusus untuk streaming langsung dan menetapkan manfaat khusus untuk anggota berbayar, mirip dengan cara kerja Patreon. [BA/HBS]